Dalam proses pembelajaran setiap siswa memiliki kelebihan dan
kekurangan untuk menguasai materi. Ada siswa yang cepat, sedang bahkan
lambat dalam menyerap materi yang disampaikan. Biasanya tidak semua
siswa menangkap apa yang dijelaskan oleh guru. karena itu guru
mengharapkan partisipasi siswa dalam menyampaikan pertanyaan mengenai
materi yang belum dipahaminya.
Bertanya merupakan hal yang penting dalam pembelajaran karena dengan
bertanya guru dapat mengetahui suatu hal yang tidak dipahami atau
diragukan oleh siswa. Menurut Meier (2005:201) “Kemampuan bertanya
menunjukkan pikiran yang selalu ingin tahu dan merupakan tanda dari
pembelajar yang baik”.
Guru sebagai individu yang memiliki andil yang cukup besar harus
mengusahakan segala cara agar siswa bertanya baik secara lisan maupun
tulisan sebab hal ini akan berpengaruh besar terhadap proses
pembelajaran. Adapun cara yang lebih mudah dalam mengajukan pertanyaan
yaitu disampaikan secara lisan akan tetapi mengingat banyaknya siswa
yang kurang berani mengungkapkan maka perlu diupayakan suatu strategi
yang menuntut siswa untuk bertanya melalui tulisan.
Strategi QSH dapat diartikan sebagai pertanyaan yang dimiliki siswa.
Pertanyaan ini bisa dalam bentuk soal atau masalah lain yang berhubungan
dengan materi yang belum dipahaminya. Menurut Silberman (2006:91) ”Ini
merupakan cara yang tidak membuat siswa takut untuk mempelajari apa yang
mereka butuhkan dan harapkan. Cara ini memanfaatkan teknik yang
mengundang partisipasi melalui penulisan bukannya pembicaraan“.
Selanjutnya Silberman (2006:64) juga menjelaskan bahwa “Strategi ini
bisa menyemarakkan lingkungan belajar aktif dengan memberi siswa
kesempatan untuk bergerak secara fisik, berbagi pendapat untuk mencapai
sesuatu yang mereka banggakan”. Dari kutipan ini dapat diambil
kesimpulan bahwa strategi QSH bisa membuat siswa aktif dalam proses
pembelajaran. Strategi ini mewajibkan siswa menuliskan pertanyaan yang
berupa soal atau masalah lain yang berhubung dengan materi yang belum
dipahaminya dalam secarik kertas.
b. Strategi QSH
Silberman (2006:91) telah mengungkapkan strategi QSH sebagai berikut:
1. Bagikan secarik kertas kosong kepada siswa
2. Setiap siswa diminta menuliskan pertanyaan yang mereka miliki
tentang materi pelajaran atau tentang situasi kelas yang sedang
berlangsung (nama siswa tidak ditulis)
3. Edarkan kertas itu searah jarum jam (untuk setiap kelompok)
ketika kertas tersebut beredar kepada siswa berikutnya, dia harus
membaca dan memberikan tanda ceklis (Ö) pada kertas yang berisi
pertanyaan yang juga menjadi permasalahan baginya
4. Ketika masing-masing kertas sudah kembali kepada penulisnya,
setiap orang telah membaca semua pertanyaan yang muncul di dalam kelas.
Sampai disini identifikasi pertanyaan yang menerima paling banyak tanda
ceklis (Ö). Responlah setiap pertanyaan ini dengan:
- Segera berikan jawaban singkat
- Menunda pertanyaan pada waktu yang tepat dalam pembelajaran
- Memberi tahu mereka bahwa tidak menjawab semuanya (janjikan respon secara pribadi bila memungkinkan)
5. Mintalah beberapa siswa secara sukarela berbagi penjelasan
tentang pertanyaan mereka sekalipun tidak menerima tanda ceklis (Ö)
terbanyak
6. Kumpulkan kertas tersebut karena mungkin di dalamnya ada pertanyaan yang akan direspon pada pelajaran yang akan datang.
