Ketika sebuah konsep informasi matematika diberikan oleh seorang guru kepada siswa ataupun
siswa mendapatkannya sendiri melalui bacaan, maka saat itu sedang
terjadi transformasi informasi matematika dari komunikator kepada komunikan. Respon yang diberikan komunikan merupakan interpretasi komunikan tentang informasi tadi. Dalam matematika, kualitas interpretasi dan respon itu seringkali menjadi masalah istimewa. Hal ini sebagai salah satu akibat dari karakteristik matematika itu sendiri yang sarat dengan istilah dan simbol. Karena itu, kemampuan berkomunikasi dalam matematika menjadi tuntutan khusus. Kemampuan berkomunikasi dalam matematika merupakan kemampuan yang dapat menyertakan dan memuat berbagai kesempatan untuk berkomunikasi dalam bentuk:
#mereflesikan benda-benda nyata, gambar, atau ide-ide matematika;
#membuat model situasi atau persoalan menggunakan metode oral, tertulis, konkrit, grafik, dan aljabar;
#menggunakan
keahlian membaca, menulis, dan menelaah, untuk menginterpretasikan dan
mengevaluasi ide-ide, simbol, istilah, serta informasi matematika;
#merespon suatu pernyataan/persoalan dalam bentuk argument yang meyakinkan.