Kurikulum Matematika
Sekolah di Indonesia
1. Sebutkan proses perkembangan kurikulum !
1. Sebutkan proses perkembangan kurikulum !
Jawaban:
a. Matematika
tradisional (Ilmu Pasti)
b. Pembelajaran
Matematika Modern
c. Kurikulum
Matematika 1984
d. Kurikulum Tahun
1994
e. Kurikulum tahun
2004
f. Kurikulim berbasis
Kompetensi
g. Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan (KTSP)
Jawaban:
Model pembelajaran matematika
modern ini muncul karena adanya kemajuan teknologi.W. Brownell mengemukakan bahwa
belajar matematika harus merupakan belajar bermakna dan berpengertian. Teori
ini sesuai dengan teori Gestalt yang muncul sekitar tahun 1930, dimana Gestalt
menengaskan bahwa latihan hafal atau yang sering disebut drill adalah sangat
penting dalam pengajaran namun diterapkan setelah tertanam pengertian pada
siswa.
Dua hal tersebut di atas memperngaruhi perkembangan pembelajaran
matematika di Indonesia. Muncullah kurikulum 1975 dimana matematika saat itu
mempunyai karakteristik sebagai berikut ;
1) Memuat topik-topik dan pendekatan
baru. Topik-topik baru yang muncul adalah himpunan, statistik dan probabilitas,
relasi, sistem numerasi kuno, penulisan lambang bilangan non desimal.
2) Pembelajaran lebih menekankan
pembelajaran bermakna dan berpengertian dari pada hafalan dan ketrampilan
berhitung.
3) Program matematika sekolah dasar
dan sekolah menengah lebih kontinyu.
4) Pengenalan penekanan
pembelajaran pada struktur.
5) Programnya dapat melayani
kelompok anak-anak yang kemampuannya hetrogen.
6) Menggunakan bahasa yang lebih tepat.
7) Pusat pengajaran pada murid
tidak pada guru.
8) Metode pembelajaran menggunakan
meode menemukan, memecahkan masalah dan teknik diskusi.
9)
Pengajaran matematika lebih hidup dan menarik.
Kurikulum
1975 sebagai pengganti kurikulum 1968 menekankan pada tujuan, agar pendidikan
lebih efisien dan efektif. Metode materi dirinci pada Prosedur Pengembangan
Sistem Instruksi (PPSI). Menurut Mudjito (dalam Dwitagama: 2008) Zaman ini
dikenal dengan istilah satuan pelajaran yaitu pelajaran setiap satuan bahasan.
Setiap satuan dirinci lagi: petunjuk umum, tujuan intruksional khusus (TIK),
materi pelajaran, alat pelajaran, kegiatan belajar-mengajar, dan evaluasi.
3. Jelaskan Karakteristik Kurikulum 1984 !
Jawaban:
Kurikulum 1984 mengusung proses skill approach. Meski
mengutamakan pendekatan proses, tapi faktor tujuan itu penting. Kurikulum ini
juga sering disebut dengan kurikulum 1975 yang disempurnakan. Posisi siswa
ditempatkan sebgai subyek belajar. Dari mengamati sesuatu, mengelompokkan,
mendiskusikan,hingga melaporkan. Alasan
dalam menerapkan kurikulum baru tersebut antara lain, adanya sarat materi,
perbedaan kemajuan pendidikan antar daerah dari segi teknologi, adanya
perbedaan kesenjangan antara program kurikulum di satu pihak dan pelaksana
sekolah serta kebutuhan lapangan dipihak lain, belum sesuainya materi kurikulum
dengan tarap kemampuan anak didik. Dan, CBSA (cara belajar siswa aktif) menjadi
karakter yang begitu melekat erat dalam kurikulum ini
4. Jelaskan Karakteristik Kurikulum 2004 !
Jawaban:
Setelah beberapa dekade dan secara khusus, sepuluh tahun
berjalan dengan kurikulum 1994, pola-pola lama bahwa guru menerangkan konsep,
guru memberikan contoh, murid secara individual mengerjakan latihan, murid
mengerjakan soal-soal pekerjaan rumah hanya kegiatan rutin saja disekolah,
sementara bagaimana keragaman pikiran siswa dan kemampuan siswa dalam
mengungkapkan gagasannya kurang menjadi perhatian.
Para
siswa umumnya belajar tanpa ada kesempatan untuk mengkomunikasikan gagasannya,
mengembangkan kreatifitasnya. Jawaban soal seolah membatasi kreatifitas dari
siswa karena jawaban benar seolah-lah hanya otoritas dari seorang guru.
Pembelajaran seperti paparan di atas akhirnya hanya menghasilkan lulusan yang
kurang terampil secara matematis dalam menyelesaikan persoalah-persoalan
seharai-hari.
Tahun
2004 pemerintah melaunching kurikulum baru dengan nama kurikulum berbasis
kompetesi.
KBK adalah
seperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang
harus dicapai siswa, penilaian, kegiatan belajar mengajar, dan pemberdayaan
sumber daya pendidikan dalam pengembangan kurikulum sekolah (Depdiknas, 2002).
Kurikulum ini menitik beratkan pada pengembangan kemampuan melakukan
(kompetensi) tugas-tugas dengan standar performasi tertentu, sehingga hasilnya
dapat dirasakan oleh peserta didik, berupa penguasaan terhadap serangkat
kompetensi tertentu. KBK diarahkan untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman,
kemampuan, nilai, sikap dan minat peserta
didik, agar dapat
melakukan sesuatu dalam bentuk kemahiran, ketepatan dan keberhasilan dengan
penuh tanggungjawab. Adapun karakteristik KBK menurut Depdiknas (2002) adalah
sebagai berikut: Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara
individual maupun klasikal.
Berorientasi
pada hasil belajar(learning outcomes) dan keberagaman. Penyampaian dalam
pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi. Sumber belajar
bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur
edukatif.
5. Sistem yang diterapkan pada Kurikulum KTSP ?
Jawaban:
KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun
oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP terdiri dari
tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum
tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus.
Pengembangan KTSP harus memperhatikan pilar-pilar pendidikan yang
berkembang di abad ini:
1) Belajar untuk beriman
dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
2) Belajar untuk
memahami dan menghayati,
3) Belajar untuk mampu
melaksanakan dan berbuat secara efektif,
4) Belajar untuk hidup
bersama dan berguna untuk orang lain, dan
5) Belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses
belajar yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan (BSNP, 2006: 2)
Pilar-pilar pembelajaran yang dirumuskan BSNP
di atas merupakan hasil kajian terhadap 6 pilar pendidikan yang
direkomendasikan oleh UNESCO. Keenam pilar pendidikan yang dimaksud adalah
(Mastuhu, 2003: 132 – 135):1) Learning to Know ,2) Learning to Do, 3) Learning to Be , 4) Learning to Live Together ,5) Learn How to Learn ,6) Learning Throughout Life
6.
Sebutkan 5 unsur yang menjadi tujuan matematika
sekolah!
Jawaban:
1. Memahami konsep
matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep dan mengaplikasikan konsep atau
algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah.
2. Menggunakan penalaran
pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat
generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika
3. Memecahkan masalah
yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika,
menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh
4. Mengomunikasikan
gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan
atau masalah
5. Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan,
yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari
matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah.
Kesimpulan:
Setiap
berubahnya zaman, kurikulum harus berubah sesuai perubahan yang berlaku pada
tatanan nilai kehidupan yang pada setiap zaman tersebut. Perubahan tersebut
merupakan konsekuensi logis dari terjadinya perubahan sistem politik, sosial
budaya, ekonomi, dan Iptek dalam masyarakat berbangsa dan bernegara.
Sebab,
kurikulum sebagai seperangkat rencana pendidikan perlu dikembangkan secara
dinamis sesuai dengan tuntutan dan perubahan yang terjadi dimasyarakat. Faktor
penyebab terjadinya perubahan kurikulum pada setiap zaman adalah karena adanya
perluasan dan pemerataan kesempatan belajar kemudian peningkatan mutu
pendidikan yang sesuai dengan zaman, relevansi pendidikan serta efektifitas
dari efisiensi pendidikan sendiri. Dalam perjalanan sejarah sejak tahun 1945,
kurikulum pendidikan nasional telah mengalami perubahan, yaitu pada tahun 1947,
1952, 1964, 1968 (leer plan artinya rencana pelajaran) dan 1975, 1984 (Cara
Belajar Siswa Aktif (CBSA) atau Student Active Leaming (SAL)., 1994, dan 2004
(KBK), serta yang terbaru adalah kurikulum 2006 (KTSP) pada saat sekarang ini.
Sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar