Setia
Widia Astuti I7
A. Kelebihan dan Kekurangan serta Solusi
tentang Penerapan Metode atau Pendekatan Pembelajaran
Tidak
ada satupun metode pembelajaran yang dapat diklaim dan dikatakan yang terbaik.
Semuanya terpulang pada orang yang menjalankannya, yaitu guru yang secara
langsung berhadapan oleh siswa dalam pembelajaran. Sebaik apapun metode yang
dipilih ,tanpa ada dukungan guru yang memahami dan mampu menempatkannya dalam
proses pembelajaran yang sesuai dengan tujuan, situasi dan kondisi siswa, maka
pembelajaran hanya berjalan seadanya, tanpa memberikan keberhasilan. Karenanya,
memilih metode yang baik dan dikuasai dengan matang oleh guru dalam sebuah
peristiwa pembelajaran, akan menentukan berhasilnya sebuah pembelajaran.Selain
itu, tentu saja seorang guru harus mengenali karakteristik siswa, menguasai
materi, menggunakan sarana penunjang pembelajaran, dan memiliki keterampilan
membelajarkan.
A.I
Pemateri (Romudhani)
Pada
pemateri metode atau pendekatan
pembelajaran yang digunakan dalam menyampaikan materi tentang “Aturan sinus”
adalah metode kelompok.
Adapun
kelebihan dari metode atau pendekatan yang telah dipilih oleh pemateri adalah
sebagai berikut:
Dalam
pembelajaran kelompok akan banyak memberikan tekanan utama pada peningkatan
kemampuan individu sebagai anggota kelompok.Dan pendekatan atau metode ini juga
memberi kesempatan kepada setiap siswa untuk mengembangkan kemampuannya
memecahkan soal terkait materi yang sedang dibahas.
Dari
segi individu, keanggotaan siswa dalam kelompok kecil merupakan pemenuhan
kebutuhan dalam berasosiasi. Tiap siswa dalam kelompok menyadari bahwa
kehadiran kelompok, diakui apabila sudah terbukti berhasil memecahkan soal yang
dibebankan. Dalam hal ini timbullah rasa bangga pada tiap anggota kelompok.
Terkait
dengan kelebihan yang ada, dalam metode atau pendekatan kelompok ini juga
memiliki kekurangan antara lain, apabila guru salah dalam pembentukan kelompok
maka dapat timbul siswa yang hanya menjadi parasite belajar dalam kelompoknya.
Oleh
sebab itu dalam pendekatan ini pembentukan kelompok menjadi kunci keberhasilan
dalam proses belajar.
Solusi
untuk pembahasan materi “Aturan Sinus” metode Latihan(drill),metode ini dipilih
bertujuan untuk memperoleh suatu ketangkasan atau keterampilan dari apa yang
telah dipelajari. Tujuan utama dari latihan ini adalah untuk melatih kecakapan
siswa dalam perhitungan, penggunaan rumus dll.
A.II
Pemateri (Siti Devi N)
Pada
pembahasan materi “statistika” pemateri menggunakan metode ceramah, Tanya jawab
dan tugas.
Kelemahan
dari penggunaan metode ini, mengingat ceramah banyak segi yang kurang
menguntungkan karena terkesan monoton.
Maka
penggunaannya harus didukung dengan alat dan media atau dengan metode lain.
Kelebihan
dari penggunaan metode ini .Selesai memberikan ceramah maka dipandang perlu
untuk memberikan kesempatan kepada muridnya untuk Tanya jawab. Tanya jawab ini
diperlukan untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap apa yang telah disampaikan
guru melalui ceramah. Untuk lebih memantapkan penguasaan siswa terhadap
bahan/materi yang telah disampaikan ,maka pada tahap selanjutnya siswa diberi
tugas.
Salah
satu metode yang bisa menjadi pilihan yaitu metode simulasi. Disini siswa akan
diberikan data yang real untuk diolah. Dengan menggunakan metode simulasi ini
maka, dapat melatih keterampilan tertentu baik bersifat professional maupun
bagi kehidupan sehari-hari, memperoleh pemahaman tentang suatu konsep atau
prinsip yang lebih mendalam lagi. Dan metode ini juga bisa meningkatkan
keaktifan siswa.
A.III
Pemateri (Suparmi)
Pada
pembahasan materi “peluang” ini pemateri menggunakan metode atau pendekatan ekspositori.
Kelemahannya
adalah saat berlangsungnya pembelajaran dengan metode ini, hanya berpusat pada
guru. Maksudnya guru aktif memberikan penjelasan atau informasi yang terperinci
tentang bahan pengajaran yang disampaikannya.
Kelebihan
dari penggunaan metode atau pendekatan ini adalah lebih mudah bagi guru dalam
mengefektifkan waktu pembelajaran. Dan pengelolaan dari guru akan sangat berperan
dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Dalam metode dan pendekatan ini guru
juga bisa menerapkan cara pembelajaran secara individual dan membentuk kelompok
kecil.
Solusi
yang bisa menjadi pilihan yaitu metode demonstrasi dan eksperimen merupakan
metode mengajar yang sangat efektif, sebab membantu para siswa untuk mencari
jawaban dengan usaha sendiri berdasarkan fakta (data ) yang benar. Demonstrasi
yang dimaksud ialah suatu metode mengajar yang memperlihatkan bagaimana proses
terjadinya sesuatu. Dalam, pelaksanaanya demonstrasi dan eksperimen dapat
digabungkan ,artinya demonstrasi dulu lalu diikuti dengan eksperimen.
K B. Kelebihan
dan kekurangan serta Solusi tentang Alat Peraga dan Media Pembelajaran
Alat
peraga dalam pembelajaran memegang peranan penting sebagai alat bantu untuk
menciptakan proses belajar mengajar yang efektif. Setiap proses belajar dan
mengajar ditandai dengan adanya beberapa unsur antar lain tujuan ,bahan, metode
dan alat, serta evaluasi. Unsur metode dan alat merupakan unsur yang tidak bisa
dilepaskan dari unsur lainnya yang berfungsi sebagai cara atau teknik untuk
mengantarkan bahan pelajaran agar sampai kepada tujuan. Dalam pencapaian tujuan
tersebut, peranan alat bantu atau alat peraga memegang peranan yang penting
sebab dengan adanya alat peraga ini bahan ajar menjadi dapat dengan mudah
dipahami oleh siswa.
B.I
Pemateri (Romudhani)
Pemateri
memilih alat peraga dan media visual yaitu slide dan penggunaan papan tulis.
Kelebihan
dari alat peraga dan media pembelajaran yang digunakan oleh pemateri adalah dari
adanya slide maka apabila ada materi yang kurang jelas dapat diulang dengan
mudah dan cepat, bisa meningkatkan minat siswa untuk memperhatikan materi yang
sedang dijelaskan karena dari tampilan slide yang menarik akan memberi
ketertarikan kepada minat belajar siswa. Dan untuk penggunaan papan tulis masih
tetap digunakan karena merupakan alat atau fasilitas kelas yang praktis dan
ekonomis.
Kekurangan
dari alat peraga dan media pembelajaran yang digunakan oleh pemateri adalah
mungkin terkesan monoton, karena hampir setiap mata pelajaran sekarang sering
menggunakan media slide dalam menyampaiakan materi. Jadi siswa bisa terancam
jenuh, jika guru tidak bisa memberi variasi dalam pengajarannya.
Solusi
yang bisa menjadi alternative pada pemilihan alat dan media pembelajaran di
materi ini yaitu dari alat dan media yang bisa memberi pengalaman melalui
lambang-lambang visual. Melalui penghayatan dan pemikiran yang tajam maka dari lambang-lambang
yang disajikan dapat ditarik sebuah pengertian dan kesimpulan menjadi
pengetahuan baru yang menjadi tujuan dari materi tersebut.
B.II
Pemateri (Siti Devi N)
Pemateri
kedua ini juga menggunakan alat peraga dan media pembelajaran yang sama dengan
pemateri 1, yaitu slide dan papan tulis.
Kelebihannya
, dari mengunakan slide bagi pemateri ialah praktis. Dan penggunaan papan tulis
ialah karena papan tulis merupakan alat bantu dari penjelasan yang tidak bisa
ditampilkan melaui slide.
Kekurangan
dari penggunaan alat peraga dan media yang digunakan pemateri dinilai kurang
tepat karena tidak memberi pengalaman nyata bagi siswa.
Solusi
yang bisa dijadikan sebagai alternatif pada pembelajaran ini adalah dengan
dibantu alat dan media pembelajaran yang bisa berupa grafik terkait statistika.
Karena dari peraga seperti ini bisa meningkatkan minat dan perhatian siswa
untuk belajar. Dan dengan peragaan ini dapat meletakkan dasar untuk
perkembangan belajar sehingga hasil belajar bertambah mantap.
B.III
Pemateri (Suparmi)
Sama
dengan pemateri sebelumnya ,pemateri ketiga juga menggunakan alat peraga dan
metode yang digunakan adalah slide dan papan tulis.
Kelebihan
penggunaan alat peraga dan media pembelajaran ini adalah proses pembelajaran
menjadi lebih teratur dan berkesinambungan karena guru menjelaskan materi
terstruktur sesuai slide yang telah di buat, dan memberi kemudahan agar siswa
menjadi tertarik memperhatikan penjelasan dari guru yang didukung oleh
penggunaan papan tulis demi menjelaskan dan menambah apa yang mungkin tidak
ditampilkan pada slide.
Kekurangan
dari penggunaan alat peraga dan media ini adalah siswa menjadi monoton dalam
belajarnya, karena mereka mendapat pengetahuan baru tanpa ada mendapat
pengalaman yang diperoleh secara langsung melaui percobaan-percobaan yang bisa
dilakukan secara nyata.
Solusi
untuk membantu agar pembelajaran ini menjadi lebih menarik adalah dengan
mengkombinasikan alat peraga dan media pembelajarannya dengan suatu alat peraga
yang bisa memberi pengalaman baru bagi siswa dari demonstrasi dan eksperimen yang
sudah ia coba. Misal: untuk mengetahui peluang munculnya sekurang-kurangnya
mata dadu berjumlah 5 pada 2 kali pelemparan secara bersamaan. Maka, guru bisa
melakukan demonstrasi bersama siswa untuk mengetahui jawaban dari soal tersebut.
Dari sini siswa bisa mendapat pengalaman belajar langsung yang lebih sempurna.
C. Kelebihan dan Kekurangan serta Solusi
tentang Penciptaan Interaksi dalam Proses Belajar Mengajar
Untuk
mencapai interaksi belajar mengajar sudah tentu perlu adanya komunikasi yang
jelas antara guru dengan siswanya , sehingga terpadunya dua kegiatan , yakni
kegiatan mengajar (usaha guru) dengan kegiatan belajar(tugas siswa) yang
berdaya guna dalam mencapai tujuan pengajaran.
1. Interaksi
antara siswa dengan siswa
Kelebihan dari interaksi
yang terjadi antara siswa dengan siswa:
Melatih kecakapan kerjasama antar siswa
dalam memecahkan soal yang ditugaskan. Siswa dapat berperan aktif dalam
mengembangkan cara belajarnya.
Kelemahan
dari interaksi yang terjadi antara siswa dengan siswa:
Perbedaan individual kemampuan belajar antar
siswa akan terlihat disini,
Solusinya antar siswa harus
tanamkan sikap saling menghargai dan bekerja sama, agar siswa yang mungkin
kurang paham dengan materi yang dijelaskan guru didepan bisa didiskusikan
dengan teman sekelas.
2. Interaksi
antara siswa dengan Media Pembelajaran
Kelebihan dari interaksi yang terjadi antara
siswa dengan media:
Siswa lebih tertarik memperhatikan materi.
Suasana belajar dalam kelas menjadi lebih menarik.
Kelemahannya
dari interaksi yang terjadi antara siswa dengan media:
Dari media yang dipilih oleh pemateri,
kebanyakan siswa merasa agak bosan dengan tampilan slide yang kurang lengkap
jika tidak dibantu dengan papan tulis dan alat peraga lain.
Solusinya
pemateri harus lebih variatif dalam menggunakan media pembelajaran dan alat
peraganya, jika menggunakan tampilan slide harus menarik dan mampu mengkombinasikan
dengan media pembelajaran lainnya sehingga dapat membuat suasana belajar jadi
lebih menyenangkan.
3. Interaksi
antara siswa dengan guru
Kelebihan dari interaksi yang terjadi antara
siswa dengan guru yaitu:
Interaksi yang terjadi antara siswa dengan
guru, sangat baik dalam pembelajaran. Karena ada timbal balik antara siswa
dengan pengajar antara satu sama lain.
Kelemahan
dari interaksi yang terjadi antara siswa dengan guru yaitu:
Kadang ada beberapa siswa yang kurang
memperhatikan guru saat menjelaskan.
Solusi
dari interaksi antara siswa dengan guru yaitu sebagai guru harus bisa menciptakan komunikasi yang dinamis antara
siswa dengan guru. Dari proses belajar-mengajar dengan pola yang optimal ini,
maka siswa dapat belajar aktif.
Daftar kepustakaan :
Dasar-dasar
Proses Belajar Mengajar, Sinar Baru Algensindo, Bandung 2010
Belajar
dan Pembelajaran, oleh Dr.M.Sobry
Sutikno, Bandung, 2009
Belajar
dan Pembelajaran , Rineka Cipta, Jakarta 2009