Rabu, 28 September 2011

Perangkat-Perlawanan Khusus untuk Mematahkan Tipuan Pertahanan Otak

MENGAKTIFKAN FUNGSI-FUNGSI OTAK yang MURNI-BEBAS-PENCEMARAN
1.Perangkat ‘Tetap Merasakan’
2.Perangkat ‘Mundur ke Waktu Lalu’
3.Perangkat ‘Maju ke Waktu Kini’
4.Perangkat ‘Pemahaman Menyeluruh-Utuh-Lengkap’
PERANGKAT-PERLAWANAN UNTUK MEMATAHKAN TIPUAN PERTAHANAN OTAK:
1. Perangkat ‘Tetap Merasakan’
 Jika kita secara aktif berpaling dari fungsi intelektual otak (pikiran normal di siang hari/logika siang) dan memberi diri pada rasa-rasa (rasa-indera/firasat-rasa) dengan bertahan memperhatikan rasa-hati dan rasa-badan, otak akan mengarahkan diri kembali kepada hal-hal lebih dalam yang ditekan. Penginderaan rasa—di mana kita kini melibatkan diri di dalamnya—bertindak seperti magnet dan menarik masa lalu secara kuat sehingga bisa dialami-ulang ke dalam kesadaran kita. ‘TETAP MERASAKAN’ ini adalah mekanisme inti dan sangat penting dalam psikoterapi regresip berorientasi pada rasa. Perangkat ini adalah teman setia kita, yang memaku dan menciptakan pengalaman-pengalaman terapi-mendalam. ‘TETAP MERASAKAN’, dan hanya ‘TETAP MERASAKAN’, akan menempatkan kita secara terus-menerus di dalam PARADOKS SENTRAL TERAPI dan dengan demikian mengizinkan kita untuk sungguh-sungguh mengalami-ulang rasa-sakit yang merupakan satu-satunya jalan kita menuju kebebasan.

2. Perangkat ‘Mundur ke Waktu Lalu’
(Peralihan Waktu Kontekstual): Suatu Fungsi Otak Murni-Bebas-Pencemaran
Akan ada saatnya dalam terapi-mendalam dimana ketika mengaplikasikan penelusuran, teknik ‘TETAP MERASAKAN’, dan teknik kongruensi (sama-sebangun-cocok) kita, kita menemukan hasil menakjubkan: Kita tiba-tiba dan tak terduga menemukan diri kita terlempar kembali ke waktu lampau untuk memahami dan/atau menghidupi kembali pengalaman pembentukan diri kita yang awal dulu. Peralihan ini terjadi sangat tiba-tiba. Pengalaman menghayati–ulang ini luar biasa nyatanya dan pemahaman yang mengikutinya menyeluruh-utuh. Kesadaran kita dalam sesaat saja bergeser sangat jelas, sangat nyata dan memperkaya hidup. Kelegaan emosi dan kelegaan fisik yang mendalam selalu terjadi setelahnya.

3. Perangkat ‘Maju ke Waktu Kini’
(atau Peralihan Waktu Kontekstual  Terbalik)
PERANGKAT ‘MUNDUR KE WAKTU LALU’ punya fungsi pembalik yang sangat penting. Ia tak hanya mengantar kita kembali ke waktu lalu, ia juga bisa membawa masa lalu maju ke masa kini. Hal-hal masa lampau yang diberikan kembali itu sangat berguna.Tapi mereka juga berfungsi sebagai salah satu penyamaran terbesar oleh benak kita. Saat PERANGKAT ‘MUNDUR KE WAKTU LALU’ memberi kita suatu hal dari masa lalu, ia mengubah konteksnya dan dengan demikian menyembunyikan dirinya.
Hal-hal ini adalah ungkapan-ungkapan dan perasaan-perasaan dari masa kanak-kanak yang seperti telah kita katakan, tersebar di pantai pembicaraan orang dewasa. PERANGKAT ‘MAJU KE WAKTU KINI’ ini memasuki ruang terapi dengan kekuatan dahsyat, menyamar sebagai proses-proses masa kini. Jika kita membaca mereka dalam konteks masa kini dan tak menyadari bahwa mereka datang dari masa lalu, mereka bisa melempar kita hingga keluar jalur seluruhnya. Sekali kita menyadari bahwa mereka sebenarnya adalah rasa-hati masa lalu yang diikatkan pada proses masa kini, kita memiliki kunci utama untuk masuk ke bawah sadar. ‘MAJU KE WAKTU KINI’ (Peralihan Waktu Kontekstual Terbalik) memasuki terapi masa kini dalam bentuk ungkapan-ungkapan kunci yang mengandung muatan rasa-hati yang besar dan kesederhanaan yang terasa seperti kanak-kanak.

PERANGKAT PERLAWANAN UNTUK MEMATAHKAN TIPUAN PERTAHANAN OTAK:
4. Perangkat ‘Pemahaman Menyeluruh-Utuh-Lengkap’
(suatu Fungsi Otak Murni-Bebas-Pencemaran)
PEMAHAMAN MENYELURUH-UTUH-LENGKAP memiliki enam tingkatan kualitas dan keluasan ( ekstensivitas):
Pemahaman Menyeluruh-Utuh-Lengkap: Tahap Satu
Pemahaman Menyeluruh-Utuh-Lengkap Tahap Satu: pada saat kita berbaring memfokuskan diri ke arena batin kita, muncullah perasaan akan lapisan dalam diri kita.
Kita mulai merasakan dasar dari keberadaan kita. Di dasar ini kita akan mempelajari dan menyatu dengan bagian diri-kita-terdalam yang sebelumnya terkotak-kotak.
Memasukkan tangan ke dalam air langsung memberi rasa tentang apa itu air; begitu pula, kita kini mulai menyadari lingkungan-dalam kita secara non-verbal, non-intelektual.
Inilah awal dari kelegaan panjang dan nyaman, yaitu menyerahkan diri-permukaan-luar-yang-rusak pada proses-proses yang ada di bagian yang lebih dalam dari diri kita.
Rasa lega ini meningkat jika kita mengizinkan diri-sadar kita untuk merasakan sepenuhnya ke enam cara  otak untuk menyiarkan rasa-sakitnya pada kita (rasa-badan khusus, dan sebagainya).
Rasa lega tersebut diperkuat lagi, bila kita menggunakan ekspresi-ekspresi kongruensi kita untuk menyatu sepenuhnya dengan pengalaman-pengalaman yang lebih dalam tersebut.
Pemahaman Menyeluruh-Utuh-Lengkap sesungguhnya berawal di sini, saat kita merasakan diri-yang-lebih-dalam dan diri-permukaan makin terhubung-segaris untuk pertama kalinya. Kini kejujuran, mulai menyapu bersih dan menetralisir perjuangan-perjuangan sesat kita, yang sia-sia dan terselubung.
Maka Tahap Satu ini dengan kata lain adalah pengalaman langsung non-linier, non-simbolik dari lapisan dalam diri kita, dan bawah-sadar serta bagian-sadar kita terhubung-segaris, melalui penggunaan teknik kongruensi dan eksternalisasi.
Pada tingkat ini, pemahaman spesifik tidak diperlukan, tak perlu kata, tak perlu gambar dan tak perlu mengalami-ulang. Yang ada ialah rasa-rasa yang dalam dan bertambah kuat bahwa sesuatu dalam diri kita sedang membaik dan menjadi utuh.
Karena semua proses Tahap Satu tanpa pemahaman spesifik, namun memperdalam kesadaran non-spesifik kita, proses ini saya sebut saja ‘PENINGKATAN TENUNAN-DIRI’.
Pemahaman Menyeluruh-Utuh-Lengkap: Tahap Dua
Tahap Dua ditandai dengan munculnya suatu masalah spesifik ke dalam kesadaran, dan makna-makna tertentu yang terikat pada masalah spesifik itu.
Kita telah memfokuskan diri pada suatu ketidaknyamanan tertentu. Kita mengizinkannya memenuhi kesadaran kita. Kita sedang menyatu dengan ketidaknyamanan itu; dengan atau tanpa kongruensi-kongruensi. Tiba-tiba kita menyadari sesuatu yang baru tentang diri kita. Kita menjadi sadar sepenuhnya tentang suatu kebenaran yang menyangkut eksistensi kita.
Sebagai contoh, suatu perbedaan pendapat dengan seseorang membuat kita merasa tak nyaman, ada ketegangan di dada kita. Kita berbaring, fokus pada ketegangan itu, menyatu dengannya, dan tiba-tiba menemukan diri kita berkata, “Tolong jangan sakiti saya”. Kita mengulangi kongruensi ini lima hingga sepuluh kali, mencocokkan kata-kata dengan perasaan. Tiba-tiba kita mendapat pemahaman bahwa kita telah disakiti dengan sangat sangat jauh lebih dalam dari yang kita sadari sebelumnya. Ada rasa-rasa muncul yang mengisyaratkan bahwasanya seluruh pondasi dari poros badan-dan-benak kita telah terguncang, entah apanya yang terguncang itu.
Jadi perwujudannya ini memiliki kepastian bentuk dan kepastian pemahaman. Namun terbatas pada masa kini dan pada peristiwa tertentu. Inilah ciri dari PEMAHAMAN MENYELURUH-UTUH-LENGKAP, Tahap Dua. Pemahaman ini non-linear dan datang tiba-tiba berupa gelombang kecil yang menerpa kesadaran. Inilah proses mengetahui yang mendadak, sangat dalam, non-verbal, non-linear, yang diklasifikasikan sebagai Pengalaman Menyeluruh-Utuh-Lengkap.
Coraknya menyeluruh-utuh-lengkap (“holistic”), sebab rasa-rasa untuk ‘mengetahui’ dan untuk ‘ada’ kita, secara mendadak meluas dengan pengalaman tersebut. Dalam benak hal tersebut dirasakan sebagai: kejelasan, dan dalam badan sebagai rasa-tenang (relaksasi). Pengetahuan yang diperjelas dan kelegaan fisik itu bersifat serentak dan langsung. Kita mendapat rasa-rasa lebih dalam yang menggelitik bahwa, karena apa yang baru saja kita sadari, kita tiba-tiba menjadi lebih dari sebelumnya. Kualitas pengetahuan kita mengembang ke banyak arah. Misalnya, kita tahu bahwa kita memang sakit, dan bahwa kita memang bisa disakiti. Ada pergeseran dari rasa-palsu bahwa kita kuat ke rasa bahwa kita selalu mudah disakiti. Namun, dengan keterampilan yang baru kita temukan tadi, kita bisa merasakan bahwa kita juga dapat diperbaiki. Kita tidak harus menjadi kaku dan tidak harus berkilah-kilah membentengi diri (tanpa perlu). Kita dapat hidup lebih terbuka tanpa dihancurkan. Ini adalah contoh dari jenis perluasan-kesadaran yang menyertai PEMAHAMAN MENYELURUH-UTUH-LENGKAP.
Jadi, Tahap Dua, adalah ekspansi kesadaran masa kini yang mendadak dan non-linear, terbatas dalam satu masalah tunggal, dan pemahamannya berada di batin orang yang mengalaminya. Secara mental Ini dialami sebagai pemahaman, dan secara fisik sebagai ketenangan (relaksasi)
Pemahaman Menyeluruh-Utuh-Lengkap: Tahap Tiga
Tahap ketiga dari Pemahaman Menyeluruh-Utuh-Lengkap adalah kesadaran mendadak, non-linear, meluas ke samping di masa kini termasuk kesadaran tentang diri-sendiri dan dunia. Misalnya, suatu urut-urutan perasaan di atas matras, setelah pertengkaran dengan seorang atasan, tidak hanya dapat menghasilkan penyadaran bahwa kita telah disakiti secara mendalam (Tahap Dua) namun juga penyadaran bahwa sang atasan sendiri adalah seorang yang rusak berat dan penuh rasa-sakit. Kita melihat betapa kerusakannya menyebar ke dunia sekelilingnya, menimbulkan rasa-sakit pada orang-orang lain. Kita menjadi sadar bahwa banyak penguasa seperti ini. Dan kita dapat merasakan banyaknya hal yang tertanam secara hakiki (bukan secara tempelan dari luar) dalam otoritas/kewenangan yang sesat, dan bagaimana seluk-beluknya sehingga hal-hal itu bisa terjadi, serta betapa hal-hal sesat itu menyakiti kita semua.
Lalu, tahap ke tiga ini secara mendadak menambah pengertian kita, tidak hanya mengenai masalah-masalah internal dalam diri kita, namun pemahaman tersebut juga menyebar ke luar meliputi dunia sekitar kita dan dinamikanya. Kesadaran itu membatasi diri di masa kini.
Pemahaman Menyeluruh-Utuh-Lengkap: Tahap Empat
Pada tahap ini, penyadaran menyebar tidak hanya ke samping di masa kini, namun juga ke belakang kembali mundur ke waktu lampau. Kita tiba-tiba melihat kilasan-kilasan keberadaan kita ke masa-masa lampau yang terkait dengan rasa tak nyaman kita yang sekarang ini. Kita mafhum bahwa rasa-sakit yang tua-dulu yang terkubur dalam kita, kini aktif kembali. Sekali lagi, ini bagaikan suatu dinding-pengertian yang mendadak terbentang dalam diri kita. Tapi kita tidak sedang mengalami-ulang suatu peristiwa masa lalu, walaupun pada momen penglihatan (persepsi) itu kita merasa tenang-santai, dalam badan dan benak.
Pemahaman Menyeluruh-Utuh-Lengkap: Tahap Lima
Pada tingkat ini, PERANGKAT ‘MUNDUR ke WAKTU LALU’ (Peralihan Waktu Kontekstual) diaktifkan. Kita berada dalam pengalaman masa kecil, kesadaran masa kini menjadi kabur dan kita mengalami-ulang pengalaman itu secara lengkap dan intensip seperti suatu khayalan (halusinasi) aktual. Lorong-lorong penghubung terbuka dalam benak kita, sejak dari peristiwa masa lalu itu mengarah ke aneka pengalaman bermakna (signifikan) yang tercecer sepanjang hidup kita. Tiba-tiba kita mendapat ‘cahaya’ yang menerangi penyebab-penyebab dari peristiwa-peristiwa penting dari waktu ke waktu. Penyebab-penyebab itu yang menjadikan kita sebagaimana adanya kita sekarang ini.
Rasa-rasa (“sensations”) ini aneh dan mengagumkan saat penghalang dalam benak itu runtuh. Pengalaman ini sepertinya terjadi dalam satu hingga tiga detik. Setelahnya, suatu ‘tahu’ (“knowing”) yang dalam sekali pada tataran psikobiologis, sehingga badan merasa tenang-santai mendalam dan berubah untuk seterusnya.Terutama dalam struktur pertahanannya. Si benak lalu percaya bahwa keterbukaan dan kerentanan/kerawanan (“vulnerability”) adalah suatu fungsi hakiki dari aliran hidup alamiah-mendasar-wajar, suatu aliran hidup yang tidak dicemari oleh konflik sadar tak-sadar antara si badan dan si jiwa (“deep organic function”). Memaafkan diri dan orang lain dilahirkan dari dalam inti aliran hidup (organik) ini yang telah dibebaskan dari konflik. Sikap etis mendalam-kokoh dan tak-menghakimi mulai menggantikan rasa-bersalah dan ajaran-ajaran dari lingkungan-luar (diri organik tersebut seperti pendidikan, budaya, agama) yang didapatnya sepanjang hidup. Otak mulai berdiri sendiri tanpa orang lain dan tanpa lembaga sebagai majikannya atau sumber penghasil pengampunan. Suatu rasa-rasa mendalam akan kerumitan dan berharganya hidup secara otomatis membawa kasih-sayang dan moralitas.
Tahap Lima adalah tahap akhir dari Kesadaran yang Menyeluruh-Utuh-Lengkap sebelum pengalaman agung yaitu Penerangan Mendadak atau ‘‘Satori’’ itu sendiri, yang merupakan tujuan dari Zen. Tahap Lima mempunyai banyak karakter dan kualitas ‘‘Satori’’. Tahap ini mendadak, mendalam, membawa pemahaman besar, menghasilkan kelegaan yang indah bagi badan dan benak. Namun, ia bukan ‘‘Satori’’ yang sebenarnya. Ia terbatas pada tataran psikobiologis dan membatasi diri pada hubungan-hubungan dan proses-proses duniawi. Artinya, ia bukan metafisis.
Pemahaman Menyeluruh-Utuh-Lengkap: Tahap Enam (Penerangan Mendadak, atau ‘‘Satori’’)
Karena saya percaya bahwa mekanisme-mekanisme yang terlibat dalam Pemahaman Holistik Psiko-biologis dan yang sungguh-sungguh ‘‘Satori’’ berorientasi-Zen memiliki proses-proses yang serupa, saya akan mengikutsertakan beberapa komentar singkat mengenai pengalaman puncak ini.
‘‘Satori’’ sendiri, sejauh yang saya pelajari dan alami, adalah ‘bangun’ (‘awakening’) yang mendadak dan mendalam dari kesadaran yang berbeda sama sekali.
‘Keterbangunan’ psikobiologis (Pemahaman Menyeluruh-Utuh-Lengkap) menyangkut retaknya ruang-ruang rahasia di dalam pengalaman internal. Hal ini dicapai dengan perhatian seksama terhadap keadaan lapisan-dalam badan dan penciptaan kongruensi–kongruensi yang telah dibahas. Usaha-usaha ini adalah mekanisme-mekanisme badan dan benak (jadi pada tataran psikobiologis). Dengan demikian pekerjaan di bidang ini menghasilkan kesadaran lebih lanjut pada tingkat ini.
‘‘Satori’’ sendiri adalah usaha untuk mematahkan kotak-kotak benak dengan cara yang lebih mendalam. ‘‘Satori’’ adalah usaha untuk mematahkan (melenyapkan) landasan terakir dari simbolisasi. Kiranya simbolisasi adalah cara pandang benak akan segala hal. Yang terlibat dalam ‘Satori’ ini lebih luas, bahkan tak terbatas, mencakup struktur benak, struktur materi, dan hubungan antara keduanya. Ia juga mengikutsertakan Gerak Utama/Penggerak Utama (‘Prime Movement’; maksudnya mungkin Sang Pencipta; -penerjemah) dari alam semesta.
Persepsi kita terhadap segala hal kini ditantang. ‘Satori’ sendiri membongkar dalam satu kilatan yang membutakan, seluruh dinding-pembatas simbolik antara pengertian dan realita itu sendiri.
Inilah sebabnya, ‘koan’ atau teka-teki benak dari Zen, sangat misterius (‘enigmatic’) dan mendalam. Pemecahan sebuah teka-teki Zen (misalnya ‘Bagaimanakah bunyinya tepuk sebelah tangan?’) membuat fungsi simbolisasi yang sesungguhnya dari otak hancur berkeping-keping di sekitar kita hingga kita dan alam semesta adalah satu. Seorang pendeta Zen butuh merenung dengan konsentrasi bertahun-tahun, bahkan beberapa puluhan tahun untuk mencapai penghancuran sehabis-habisnya dari fungsi hakiki itu (simbolisasi si otak).
Sangat menarik untuk dicatat bahwa memelihara sikap yang kita sebut Kemurnian Niat (‘Purity of Intent’) dalam mendekati Pemahaman Menyeluruh-Utuh-Lengkap, mirip sekali dengan memelihara sikap Kemurnian Niat dalam pendekatan ‘Satori’ sendiri. Keduanya membutuhkan proses paradoksal yang sama: intensitas lawan ‘lepaskan saja’, kerendahan hati luar biasa, kesabaran, dan: tanpa-berharap melawan fokuskan diri secara sangat tajam.
Energi penggerak pada matra psikobiologis adalah rasa-sakit. Metodenya adalah membentuk hubungan antara pengalaman masa kini dan masa lalu, dengan menggunakan perasaan-perasaan kongruen. Kongruensi tingkat sangat tinggi antara perasaan masa kini dan perasaan masa lalu mengaktifkan proses psikobiologis Pemahaman Menyeluruh-Utuh-Lengkap yang non-linear. Pemahaman Menyeluruh-Utuh-Lengkap adalah perluasan kesadaran mendadak sangat besar di dalam bidang penjelajahan yaitu matra psikobiologis.
‘Satori’ digerakkan oleh energi ketidakpuasan eksistensial mendalam berpasangan dengan teknik meditasi yang luar biasa intensifnya dan membutuhkan waktu lama, serta penggunaan teka-teki tanpa jawaban pada tingkat proses-proses simbolisasi benak.
Kedua proses itu memiliki perluasan kesadaran yang mendadak dan mendalam. Namun, Pemahaman Menyeluruh-Utuh-Lengkap tetap terbatas dalam matra psikologis dan biologis. ‘Satori’ memecahkan semua batas kesadaran. Tampaknya ‘Satori’ ini adalah prestasi (kinerja) terdalam dan lengkap yang mungkin dicapai oleh kesadaran manusia. Kesadaran kita matra dasarnya adalah biokimia.

















 .

Minggu, 18 September 2011

Marah vs Kemarahan

Sepintas lalu kelihatannya kedua kata ini memang sama, karena mengandung asal kata yang sama yaitu MARAH, namun jika ditelaah lebih dalam, kedua kata ini jelas sangat berbeda.
Perbedaannya adalah
Marah adalah salah satu kondisi emosi sebagai ungkapan rasa ketidak puasan atau protes terhadap sesuatu hal yang terjadi yang tidak sesuai dengan harapan atau yang seharusnya.
Kemarahan adalah karakter yang terbentuk dari kebiasaan marah, alias kadang tanpa ada sebab berarti kemarahan bisa timbul karena ketidak puasan atau kekecewaan di masa lalu.
Berdasarkan dua pengertian yang aku kemukakan (menurut versiku) di sini marah itu bersifat temporary (sementara) sedangkan kemarahan bersifat permanen (cenderung terus ada dan telah menjadi salah satu sifat yang disebut pemarah).
Marah itu jelas sangat penting, namun perlu dikontrol juga alias jangan berlebihan, soalnya kalo kita tak pernah marah kita tidak akan menjadi seorang manusia yang manusiawi alias kita bisa disebut orang yang tak peduli dengan sekeliling. Gak mungkin kan kita tidak marah jika kita tahu orang yang kita kenal berbuat kesalahan.
Namun kemarahan jelas adalah hal yang sangat tidak berguna dan tidak ada manfaatnya karena kemarahan membuat kita hidup tidak nyaman dan mudah meledak-ledak, dan akibatnya jelas kita mudah terserang banyak penyakit terutama penyakit yang berhubungan dengan otak dan jiwa, belum lagi kita akan dijauhi oleh orang lain (makin gak berguna kan).
Untuk itulah pengendalian diri itu sangat penting dalam segala hal, jangan berlebihan tetapi pas sesuai yang seharusnya agar tercipta harmonisasi hidup yang seimbang.

Selasa, 06 September 2011

Betapa hebatx wanita..ckckck

wanita diciptakan dengan mental dan spirit yang lebih tangguh dari lelaki, karena tak mungkin penolong itu lebih lemah daripada yang ditolong. Memang secara fisik lelaki lebih kuat tetapi secara rohani wanita jauh lebih kuat  Wanita diciptakan dengan kelembutan tetapi juga dengan ketangguhan karena tanggungjawab wanita adalah menjaga dan mengurus keluarga dengan baik
Wanita diciptakan dengan air mata, karenanya jangan heran, baik suka, duka, senang, susah, sedih, gembira, wanita sangat mudah menitikan airmata.
Wanita diciptakan dengan dengan kesabaran dan juga ketekunan, karenanya wanita mampu terus bertahan menghadapi masalah, dan tetap berjuang untuk tegar demi orang-orang yang dicintainya.

Jealous

Jika ingin menunjukkan rasa sayang kepada seseorang, bisa kok tanpa harus cemburu, kasih kepercayaan, kasih maaf, kasih dukungan, ini jauh lebih baik daripada cemburu.
Kecemburuan sebenarnya hanya menyusahkan hati, menambah beban perasaan dan membuat hati maupun perasaan tidak tentram, akibatnya jadi sering melamun, marah-marah gak jelas, jadi malas makan dan ujung-ujungnya bisa jatuh sakit (baik fisik maupun mental).
Makin dipikir-pikir, kecemburuan itu banyak negatifnya dan mines sisi positifnya alias banyak ruginya ketimbang keuntungannya dan yang banyak menanggung kerugian diri sendiri lagi (benar-benar kerugian yang fatal itu). Dan satu lagi kecemburuan itu penghalang terbesar kebahagiaan (waduh makin tambah rugi lagi dong).
Yang makin memperparah keadaan adalah jika memiliki kekasih pencemburu, dijamin deh gak bakalan bahagia, karena
  1. Teman akan menjauh (terutama yang lawan jenis) padahal teman adalah harta yang berharga
  2. Aktifitas terbatas, karena si dia bakalan curiga melulu dan melarang padahal dengan banyaknya aktifitas bisa membuka peluang kerja.
  3. Perasaan tertekan, karena selalu dicurigai, selalu ditanya macam-macam, selalu dimata-matai
Jika sudah seperti ini, maka lebih cepat akhiri saja, jangan biarkan hidup yang indah ini menjadi buram dan kusam hanya gara-gara salah pilih, masih banyak yang lebih baik. daripada nanti menyesal.
Nah buat yang suka cemburu, kurangilah atau bahkan hilangkanlah rasa cemburu itu. Karena perlahan tapi pasti, rasa cemburu akan membunuhmu atau membuat hidupmu sengsara.

Jangan memandang rendah org lain

Salah satu kekurangan manusia adalah suka membanding-bandingkan diri dengan orang lain, bahkan suka merendahkan orang lain dengan menjadikan diri sendiri sebagai patokkan atau ukuran alias dirinya sendiri dijadikan standar untuk mengukur orang lain. Padahal dia lupa nobody perfect, di atas langit masih ada langit. Alias masih ada yang lebih baik dari diri sendiri.
Jika kita ingin diterima apa adanya, dihargai apa adanya, dihormati apa adanya, lakukanlah itu terlebih dahulu kepada orang lain, karena kita tak akan pernah mendapatkan perlakuan yang tidak pernah kita lakukan ke orang lain, dan apa yang kita lakukan sekarang semuanya ada akibatnya atau efek atau balasan yang akan kita terima nanti (bisa secepatnya bisa juga lama).
Jangan pernah kita memandang rendah orang lain hanya karena seolah-olah kita terlihat lebih baik dari orang lain (karena apa yang kita nilai baik terhadap diri kita sendiri belum tentu dinilai baik oleh orang lain juga).

Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya

Dalam menapaki perjalanan hidup di dunia ini, kadang kita terbentur pada masalah yang seolah tanpa jalan keluar Kita bahkan merasa sia-sia telah melalui jalan itu, karena sesunggunya kita adalah orang-orang yang mungkin bisa hidup tanpa masalah, tetapi sayang masalah itu sendiri merupakan suatu paketan hidup, alias selama kita hidup kita akan selalu berhadapan dengan masalah.
Masalah bisa saja datang dari mana saja, dari diri sendiri atau dari orang lain, dari keadaan atau dari kesalahan.
Yang mau aku angkat di sini adalah masalahnya yang lahir dari hati.
Hati kita adalah cermin diri kita sebenarnya, artinya apa yang ada di hati pasti terpancar lewat perbuatan, perkataan, dan pemikiran
Jika hati kita bersih maka yang kita tunjukkan adalah senyum manis, kebahagiaan, tutur kata yang ramah, kata-kata yang memberkati, teguran yang mengandung kasih, dll
Tetapi jika hati kita kotor maka yang kita tunjukkan adalah muka yang cemberut, kemarahan, iri hati, dengki, pikiran-pikiran yang jahat, kata-kata yang menyakitkan dan penuh amarah, kata-kata yang menjatuhkan, dll dll

Namun ada satu obat yang luar biasa yang mampu mengobati hati yang terluka, hati yang kotor, hati yang penuh kebencian adalah dengan cinta yang penuh pengampunan. Pengampunan itu sangat penting untuk membersihkan hati, karena dengan pengampunan kita belajar membuang sampah di hati, dengan pengampunan kita membuat hidup kita ringan dan dengan pengampunan sebenarnya kita menolong diri kita untuk bisa menikmati yang namanya cinta.
Penghambat terbesar saluran cinta adalah kebencian, jika kebencian itu diangkat maka perhatikan hidupmu, akan selalu memancarkan cinta dan kebahagiaan sekalipun masalah yang dihadapi selalu ada. tetapi jika hidup kita penuh dengan cinta, maka masalah yang datang akan terlihat sebagai pemanis semata, tidak lagi membawa pengaruh yang besar, karena cinta mampu menjawab permasalahan atau cinta adalah jalan keluar dari setiap masalah.
Dan jika kita masih ada sampai hari ini
Kita masih bisa menikmati keindahan alam
Kita masih diberi masalah untuk membuat kita dewasa
Kita diberi kemampuan untuk mengatasi masalah
Itu semua karena cinta
Cinta Tuhan terhadap kita.

Realita Hidup Kita

Kadang apa yang kita alami sulit untuk kita mengerti, karena kita merasa kita gagal atau kita kalah.
Kadang kita merasa bahwa kehidupan ini telah berakhir saat sesuatu yang menopang kita hilang atau pergi.
Kadang kita merasa bahwa kita tak mampu lagi bertahan, karena pengharapan kita seolah lenyap
Kadang kita berfikir lebih baik akhiri saja semua dan benar-benar hanya duduk terdiam
Tapi…….
Sebenarnya apa yang telah terjadi dalam hidup kita tak ada yang terjadi begitu saja, semua telah diaturNya, semua telah dipertimbangkanNya dan semua ada dalam kendaliNya.
Tak ada satupun yang terjadi di luar batas kemampuan kita menanggung, sekalipun rasanya berat.
Kita boleh menangis,saat kita ingin menangis tetapi jangan kita terpuruk dalam kesedihan
Kita boleh saja marah, saat memang harus marah tetapi jangan terhanyut oleh kebencian
Kita boleh saja mengeluh, bahkan mengadu tetapi jangan hidup dalam keluhan tiada henti
Sebab kita masih manusia biasa bukan manusia super yang tak merasakan sakit, marah, terluka, sedih, dll
Sesungguhnya….
Kita tak pernah benar-benar sendirian dalam dunia ini, karena Allah SWT yang tak pernah berlalu, bahkan di masa tersulit sekalipun,.