MENGAKTIFKAN FUNGSI-FUNGSI OTAK yang MURNI-BEBAS-PENCEMARAN
1.Perangkat ‘Tetap Merasakan’
2.Perangkat ‘Mundur ke Waktu Lalu’
3.Perangkat ‘Maju ke Waktu Kini’
4.Perangkat ‘Pemahaman Menyeluruh-Utuh-Lengkap’
PERANGKAT-PERLAWANAN UNTUK MEMATAHKAN TIPUAN PERTAHANAN OTAK:
1. Perangkat ‘Tetap Merasakan’
Jika
kita secara aktif berpaling dari fungsi intelektual otak (pikiran
normal di siang hari/logika siang) dan memberi diri pada rasa-rasa
(rasa-indera/firasat-rasa) dengan bertahan memperhatikan rasa-hati dan
rasa-badan, otak akan mengarahkan diri kembali kepada hal-hal lebih
dalam yang ditekan. Penginderaan rasa—di mana kita kini melibatkan diri
di dalamnya—bertindak seperti magnet dan menarik masa lalu secara kuat
sehingga bisa dialami-ulang ke dalam kesadaran kita. ‘TETAP MERASAKAN’
ini adalah mekanisme inti dan sangat penting dalam psikoterapi regresip
berorientasi pada rasa. Perangkat ini adalah teman setia kita, yang
memaku dan menciptakan pengalaman-pengalaman terapi-mendalam. ‘TETAP
MERASAKAN’, dan hanya ‘TETAP MERASAKAN’, akan menempatkan kita secara
terus-menerus di dalam PARADOKS SENTRAL TERAPI dan dengan demikian
mengizinkan kita untuk sungguh-sungguh mengalami-ulang rasa-sakit yang
merupakan satu-satunya jalan kita menuju kebebasan.
2. Perangkat ‘Mundur ke Waktu Lalu’
(Peralihan Waktu Kontekstual): Suatu Fungsi Otak Murni-Bebas-Pencemaran
Akan
ada saatnya dalam terapi-mendalam dimana ketika mengaplikasikan
penelusuran, teknik ‘TETAP MERASAKAN’, dan teknik kongruensi
(sama-sebangun-cocok) kita, kita menemukan hasil menakjubkan: Kita
tiba-tiba dan tak terduga menemukan diri kita terlempar kembali ke waktu
lampau untuk memahami dan/atau menghidupi kembali pengalaman
pembentukan diri kita yang awal dulu. Peralihan ini terjadi sangat
tiba-tiba. Pengalaman menghayati–ulang ini luar biasa nyatanya dan
pemahaman yang mengikutinya menyeluruh-utuh. Kesadaran kita dalam sesaat
saja bergeser sangat jelas, sangat nyata dan memperkaya hidup. Kelegaan
emosi dan kelegaan fisik yang mendalam selalu terjadi setelahnya.
3. Perangkat ‘Maju ke Waktu Kini’
(atau Peralihan Waktu Kontekstual Terbalik)
PERANGKAT
‘MUNDUR KE WAKTU LALU’ punya fungsi pembalik yang sangat penting. Ia
tak hanya mengantar kita kembali ke waktu lalu, ia juga bisa membawa
masa lalu maju ke masa kini. Hal-hal masa lampau yang diberikan kembali
itu sangat berguna.Tapi mereka juga berfungsi sebagai salah satu
penyamaran terbesar oleh benak kita. Saat PERANGKAT ‘MUNDUR KE WAKTU
LALU’ memberi kita suatu hal dari masa lalu, ia mengubah konteksnya dan
dengan demikian menyembunyikan dirinya.
Hal-hal ini adalah
ungkapan-ungkapan dan perasaan-perasaan dari masa kanak-kanak yang
seperti telah kita katakan, tersebar di pantai pembicaraan orang dewasa.
PERANGKAT ‘MAJU KE WAKTU KINI’ ini memasuki ruang terapi dengan
kekuatan dahsyat, menyamar sebagai proses-proses masa kini. Jika kita
membaca mereka dalam konteks masa kini dan tak menyadari bahwa mereka
datang dari masa lalu, mereka bisa melempar kita hingga keluar jalur
seluruhnya. Sekali kita menyadari bahwa mereka sebenarnya adalah
rasa-hati masa lalu yang diikatkan pada proses masa kini, kita memiliki
kunci utama untuk masuk ke bawah sadar. ‘MAJU KE WAKTU KINI’ (Peralihan
Waktu Kontekstual Terbalik) memasuki terapi masa kini dalam bentuk
ungkapan-ungkapan kunci yang mengandung muatan rasa-hati yang besar dan
kesederhanaan yang terasa seperti kanak-kanak.
PERANGKAT PERLAWANAN UNTUK MEMATAHKAN TIPUAN PERTAHANAN OTAK:
4. Perangkat ‘Pemahaman Menyeluruh-Utuh-Lengkap’
(suatu Fungsi Otak Murni-Bebas-Pencemaran)
PEMAHAMAN MENYELURUH-UTUH-LENGKAP memiliki enam tingkatan kualitas dan keluasan ( ekstensivitas):
Pemahaman Menyeluruh-Utuh-Lengkap: Tahap Satu
Pemahaman
Menyeluruh-Utuh-Lengkap Tahap Satu: pada saat kita berbaring
memfokuskan diri ke arena batin kita, muncullah perasaan akan lapisan
dalam diri kita.
Kita mulai merasakan dasar dari keberadaan kita.
Di dasar ini kita akan mempelajari dan menyatu dengan bagian
diri-kita-terdalam yang sebelumnya terkotak-kotak.
Memasukkan
tangan ke dalam air langsung memberi rasa tentang apa itu air; begitu
pula, kita kini mulai menyadari lingkungan-dalam kita secara non-verbal,
non-intelektual.
Inilah awal dari kelegaan panjang dan nyaman,
yaitu menyerahkan diri-permukaan-luar-yang-rusak pada proses-proses yang
ada di bagian yang lebih dalam dari diri kita.
Rasa lega ini
meningkat jika kita mengizinkan diri-sadar kita untuk merasakan
sepenuhnya ke enam cara otak untuk menyiarkan rasa-sakitnya pada kita
(rasa-badan khusus, dan sebagainya).
Rasa lega tersebut diperkuat
lagi, bila kita menggunakan ekspresi-ekspresi kongruensi kita untuk
menyatu sepenuhnya dengan pengalaman-pengalaman yang lebih dalam
tersebut.
Pemahaman Menyeluruh-Utuh-Lengkap sesungguhnya berawal
di sini, saat kita merasakan diri-yang-lebih-dalam dan diri-permukaan
makin terhubung-segaris untuk pertama kalinya. Kini kejujuran, mulai
menyapu bersih dan menetralisir perjuangan-perjuangan sesat kita, yang
sia-sia dan terselubung.
Maka Tahap Satu ini dengan kata lain
adalah pengalaman langsung non-linier, non-simbolik dari lapisan dalam
diri kita, dan bawah-sadar serta bagian-sadar kita terhubung-segaris,
melalui penggunaan teknik kongruensi dan eksternalisasi.
Pada
tingkat ini, pemahaman spesifik tidak diperlukan, tak perlu kata, tak
perlu gambar dan tak perlu mengalami-ulang. Yang ada ialah rasa-rasa
yang dalam dan bertambah kuat bahwa sesuatu dalam diri kita sedang
membaik dan menjadi utuh.
Karena semua proses Tahap Satu tanpa
pemahaman spesifik, namun memperdalam kesadaran non-spesifik kita,
proses ini saya sebut saja ‘PENINGKATAN TENUNAN-DIRI’.
Pemahaman Menyeluruh-Utuh-Lengkap: Tahap Dua
Tahap
Dua ditandai dengan munculnya suatu masalah spesifik ke dalam
kesadaran, dan makna-makna tertentu yang terikat pada masalah spesifik
itu.
Kita telah memfokuskan diri pada suatu ketidaknyamanan
tertentu. Kita mengizinkannya memenuhi kesadaran kita. Kita sedang
menyatu dengan ketidaknyamanan itu; dengan atau tanpa
kongruensi-kongruensi. Tiba-tiba kita menyadari sesuatu yang baru
tentang diri kita. Kita menjadi sadar sepenuhnya tentang suatu kebenaran
yang menyangkut eksistensi kita.
Sebagai contoh, suatu perbedaan
pendapat dengan seseorang membuat kita merasa tak nyaman, ada ketegangan
di dada kita. Kita berbaring, fokus pada ketegangan itu, menyatu
dengannya, dan tiba-tiba menemukan diri kita berkata, “Tolong jangan
sakiti saya”. Kita mengulangi kongruensi ini lima hingga sepuluh kali,
mencocokkan kata-kata dengan perasaan. Tiba-tiba kita mendapat pemahaman
bahwa kita telah disakiti dengan sangat sangat jauh lebih dalam dari
yang kita sadari sebelumnya. Ada rasa-rasa muncul yang mengisyaratkan
bahwasanya seluruh pondasi dari poros badan-dan-benak kita telah
terguncang, entah apanya yang terguncang itu.
Jadi perwujudannya
ini memiliki kepastian bentuk dan kepastian pemahaman. Namun terbatas
pada masa kini dan pada peristiwa tertentu. Inilah ciri dari PEMAHAMAN
MENYELURUH-UTUH-LENGKAP, Tahap Dua. Pemahaman ini non-linear dan datang
tiba-tiba berupa gelombang kecil yang menerpa kesadaran. Inilah proses
mengetahui yang mendadak, sangat dalam, non-verbal, non-linear, yang
diklasifikasikan sebagai Pengalaman Menyeluruh-Utuh-Lengkap.
Coraknya
menyeluruh-utuh-lengkap (“holistic”), sebab rasa-rasa untuk
‘mengetahui’ dan untuk ‘ada’ kita, secara mendadak meluas dengan
pengalaman tersebut. Dalam benak hal tersebut dirasakan sebagai:
kejelasan, dan dalam badan sebagai rasa-tenang (relaksasi). Pengetahuan
yang diperjelas dan kelegaan fisik itu bersifat serentak dan langsung.
Kita mendapat rasa-rasa lebih dalam yang menggelitik bahwa, karena apa
yang baru saja kita sadari, kita tiba-tiba menjadi lebih dari
sebelumnya. Kualitas pengetahuan kita mengembang ke banyak arah.
Misalnya, kita tahu bahwa kita memang sakit, dan bahwa kita memang bisa
disakiti. Ada pergeseran dari rasa-palsu bahwa kita kuat ke rasa bahwa
kita selalu mudah disakiti. Namun, dengan keterampilan yang baru kita
temukan tadi, kita bisa merasakan bahwa kita juga dapat diperbaiki. Kita
tidak harus menjadi kaku dan tidak harus berkilah-kilah membentengi
diri (tanpa perlu). Kita dapat hidup lebih terbuka tanpa dihancurkan.
Ini adalah contoh dari jenis perluasan-kesadaran yang menyertai
PEMAHAMAN MENYELURUH-UTUH-LENGKAP.
Jadi, Tahap Dua, adalah
ekspansi kesadaran masa kini yang mendadak dan non-linear, terbatas
dalam satu masalah tunggal, dan pemahamannya berada di batin orang yang
mengalaminya. Secara mental Ini dialami sebagai pemahaman, dan secara
fisik sebagai ketenangan (relaksasi)
Pemahaman Menyeluruh-Utuh-Lengkap: Tahap Tiga
Tahap
ketiga dari Pemahaman Menyeluruh-Utuh-Lengkap adalah kesadaran
mendadak, non-linear, meluas ke samping di masa kini termasuk kesadaran
tentang diri-sendiri dan dunia. Misalnya, suatu urut-urutan perasaan di
atas matras, setelah pertengkaran dengan seorang atasan, tidak hanya
dapat menghasilkan penyadaran bahwa kita telah disakiti secara mendalam
(Tahap Dua) namun juga penyadaran bahwa sang atasan sendiri adalah
seorang yang rusak berat dan penuh rasa-sakit. Kita melihat betapa
kerusakannya menyebar ke dunia sekelilingnya, menimbulkan rasa-sakit
pada orang-orang lain. Kita menjadi sadar bahwa banyak penguasa seperti
ini. Dan kita dapat merasakan banyaknya hal yang tertanam secara hakiki
(bukan secara tempelan dari luar) dalam otoritas/kewenangan yang sesat,
dan bagaimana seluk-beluknya sehingga hal-hal itu bisa terjadi, serta
betapa hal-hal sesat itu menyakiti kita semua.
Lalu, tahap ke tiga
ini secara mendadak menambah pengertian kita, tidak hanya mengenai
masalah-masalah internal dalam diri kita, namun pemahaman tersebut juga
menyebar ke luar meliputi dunia sekitar kita dan dinamikanya. Kesadaran
itu membatasi diri di masa kini.
Pemahaman Menyeluruh-Utuh-Lengkap: Tahap Empat
Pada
tahap ini, penyadaran menyebar tidak hanya ke samping di masa kini,
namun juga ke belakang kembali mundur ke waktu lampau. Kita tiba-tiba
melihat kilasan-kilasan keberadaan kita ke masa-masa lampau yang terkait
dengan rasa tak nyaman kita yang sekarang ini. Kita mafhum bahwa
rasa-sakit yang tua-dulu yang terkubur dalam kita, kini aktif kembali.
Sekali lagi, ini bagaikan suatu dinding-pengertian yang mendadak
terbentang dalam diri kita. Tapi kita tidak sedang mengalami-ulang suatu
peristiwa masa lalu, walaupun pada momen penglihatan (persepsi) itu
kita merasa tenang-santai, dalam badan dan benak.
Pemahaman Menyeluruh-Utuh-Lengkap: Tahap Lima
Pada
tingkat ini, PERANGKAT ‘MUNDUR ke WAKTU LALU’ (Peralihan Waktu
Kontekstual) diaktifkan. Kita berada dalam pengalaman masa kecil,
kesadaran masa kini menjadi kabur dan kita mengalami-ulang pengalaman
itu secara lengkap dan intensip seperti suatu khayalan (halusinasi)
aktual. Lorong-lorong penghubung terbuka dalam benak kita, sejak dari
peristiwa masa lalu itu mengarah ke aneka pengalaman bermakna
(signifikan) yang tercecer sepanjang hidup kita. Tiba-tiba kita mendapat
‘cahaya’ yang menerangi penyebab-penyebab dari peristiwa-peristiwa
penting dari waktu ke waktu. Penyebab-penyebab itu yang menjadikan kita
sebagaimana adanya kita sekarang ini.
Rasa-rasa (“sensations”) ini
aneh dan mengagumkan saat penghalang dalam benak itu runtuh. Pengalaman
ini sepertinya terjadi dalam satu hingga tiga detik. Setelahnya, suatu
‘tahu’ (“knowing”) yang dalam sekali pada tataran psikobiologis,
sehingga badan merasa tenang-santai mendalam dan berubah untuk
seterusnya.Terutama dalam struktur pertahanannya. Si benak lalu percaya
bahwa keterbukaan dan kerentanan/kerawanan (“vulnerability”) adalah
suatu fungsi hakiki dari aliran hidup alamiah-mendasar-wajar, suatu
aliran hidup yang tidak dicemari oleh konflik sadar tak-sadar antara si
badan dan si jiwa (“deep organic function”). Memaafkan diri dan orang
lain dilahirkan dari dalam inti aliran hidup (organik) ini yang telah
dibebaskan dari konflik. Sikap etis mendalam-kokoh dan tak-menghakimi
mulai menggantikan rasa-bersalah dan ajaran-ajaran dari lingkungan-luar
(diri organik tersebut seperti pendidikan, budaya, agama) yang
didapatnya sepanjang hidup. Otak mulai berdiri sendiri tanpa orang lain
dan tanpa lembaga sebagai majikannya atau sumber penghasil pengampunan.
Suatu rasa-rasa mendalam akan kerumitan dan berharganya hidup secara
otomatis membawa kasih-sayang dan moralitas.
Tahap Lima adalah
tahap akhir dari Kesadaran yang Menyeluruh-Utuh-Lengkap sebelum
pengalaman agung yaitu Penerangan Mendadak atau ‘‘Satori’’ itu sendiri,
yang merupakan tujuan dari Zen. Tahap Lima mempunyai banyak karakter dan
kualitas ‘‘Satori’’. Tahap ini mendadak, mendalam, membawa pemahaman
besar, menghasilkan kelegaan yang indah bagi badan dan benak. Namun, ia
bukan ‘‘Satori’’ yang sebenarnya. Ia terbatas pada tataran psikobiologis
dan membatasi diri pada hubungan-hubungan dan proses-proses duniawi.
Artinya, ia bukan metafisis.
Pemahaman Menyeluruh-Utuh-Lengkap: Tahap Enam (Penerangan Mendadak, atau ‘‘Satori’’)
Karena
saya percaya bahwa mekanisme-mekanisme yang terlibat dalam Pemahaman
Holistik Psiko-biologis dan yang sungguh-sungguh ‘‘Satori’’
berorientasi-Zen memiliki proses-proses yang serupa, saya akan
mengikutsertakan beberapa komentar singkat mengenai pengalaman puncak
ini.
‘‘Satori’’ sendiri, sejauh yang saya pelajari dan alami,
adalah ‘bangun’ (‘awakening’) yang mendadak dan mendalam dari kesadaran
yang berbeda sama sekali.
‘Keterbangunan’ psikobiologis (Pemahaman
Menyeluruh-Utuh-Lengkap) menyangkut retaknya ruang-ruang rahasia di
dalam pengalaman internal. Hal ini dicapai dengan perhatian seksama
terhadap keadaan lapisan-dalam badan dan penciptaan
kongruensi–kongruensi yang telah dibahas. Usaha-usaha ini adalah
mekanisme-mekanisme badan dan benak (jadi pada tataran psikobiologis).
Dengan demikian pekerjaan di bidang ini menghasilkan kesadaran lebih
lanjut pada tingkat ini.
‘‘Satori’’ sendiri adalah usaha untuk
mematahkan kotak-kotak benak dengan cara yang lebih mendalam. ‘‘Satori’’
adalah usaha untuk mematahkan (melenyapkan) landasan terakir dari
simbolisasi. Kiranya simbolisasi adalah cara pandang benak akan segala
hal. Yang terlibat dalam ‘Satori’ ini lebih luas, bahkan tak terbatas,
mencakup struktur benak, struktur materi, dan hubungan antara keduanya.
Ia juga mengikutsertakan Gerak Utama/Penggerak Utama (‘Prime Movement’;
maksudnya mungkin Sang Pencipta; -penerjemah) dari alam semesta.
Persepsi
kita terhadap segala hal kini ditantang. ‘Satori’ sendiri membongkar
dalam satu kilatan yang membutakan, seluruh dinding-pembatas simbolik
antara pengertian dan realita itu sendiri.
Inilah sebabnya, ‘koan’
atau teka-teki benak dari Zen, sangat misterius (‘enigmatic’) dan
mendalam. Pemecahan sebuah teka-teki Zen (misalnya ‘Bagaimanakah
bunyinya tepuk sebelah tangan?’) membuat fungsi simbolisasi yang
sesungguhnya dari otak hancur berkeping-keping di sekitar kita hingga
kita dan alam semesta adalah satu. Seorang pendeta Zen butuh merenung
dengan konsentrasi bertahun-tahun, bahkan beberapa puluhan tahun untuk
mencapai penghancuran sehabis-habisnya dari fungsi hakiki itu
(simbolisasi si otak).
Sangat menarik untuk dicatat bahwa
memelihara sikap yang kita sebut Kemurnian Niat (‘Purity of Intent’)
dalam mendekati Pemahaman Menyeluruh-Utuh-Lengkap, mirip sekali dengan
memelihara sikap Kemurnian Niat dalam pendekatan ‘Satori’ sendiri.
Keduanya membutuhkan proses paradoksal yang sama: intensitas lawan ‘lepaskan saja’, kerendahan hati luar biasa, kesabaran, dan: tanpa-berharap melawan fokuskan diri secara sangat tajam.
Energi
penggerak pada matra psikobiologis adalah rasa-sakit. Metodenya adalah
membentuk hubungan antara pengalaman masa kini dan masa lalu, dengan
menggunakan perasaan-perasaan kongruen. Kongruensi tingkat sangat tinggi
antara perasaan masa kini dan perasaan masa lalu mengaktifkan proses
psikobiologis Pemahaman Menyeluruh-Utuh-Lengkap yang non-linear.
Pemahaman Menyeluruh-Utuh-Lengkap adalah perluasan kesadaran mendadak
sangat besar di dalam bidang penjelajahan yaitu matra psikobiologis.
‘Satori’
digerakkan oleh energi ketidakpuasan eksistensial mendalam berpasangan
dengan teknik meditasi yang luar biasa intensifnya dan membutuhkan waktu
lama, serta penggunaan teka-teki tanpa jawaban pada tingkat
proses-proses simbolisasi benak.
Kedua proses itu memiliki
perluasan kesadaran yang mendadak dan mendalam. Namun, Pemahaman
Menyeluruh-Utuh-Lengkap tetap terbatas dalam matra psikologis dan
biologis. ‘Satori’ memecahkan semua batas kesadaran. Tampaknya ‘Satori’
ini adalah prestasi (kinerja) terdalam dan lengkap yang mungkin dicapai
oleh kesadaran manusia. Kesadaran kita matra dasarnya adalah biokimia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar