Sabtu, 07 April 2012

*..Golden Ratio, Fractal, Fibbonaci number dan hubungannya dengan kehidupan kita..*

Golden Ratio.


Apa itu golden ratio? Seperti namanya, Golden Ratio adalah sebuah perbandingan. Kenapa Golden, karena segala hal yang indah di alam semes\ta ini mengikuti perbandingan ini.
Cara menghitungnya: Taruh kata ada 2 buah garis, yaitu garis A dan B. Golden Ratio adalah perbandingan antara Panjang garis A berbanding garis B sama dengan panjang dari jumlah keduanya berbanding panjang A, dengan syarat A lebih panjang daripada B. Cara penghitungannya :
A/B = (A+B)/A = φ, dimana φ(phi) adalah golden ratio itu sendiri.
Jadi,
A/B = φ
A = Bφ
Subtitusi dengan persamaan pertama:
Bφ/B = (Bφ+B)/Bφ
Persamaan ini dibagi dengan B menghilangkan B itu sendiri menghasilkan:
φ = (φ+1)/φ
maka: φ^2 - φ - 1 = 0 (φ^2 maksudnya phi kuadrat)
Dan dengan Rumus ABC didapatkan bahwa:
φ = 1.61803399...



Segala sesuatu yang indah mengikuti (atau mendekati) Golden Ratio ini. Contoh, bentuk geometri keong, Parthenon di Yunani dan banyak arsitektur lainnya seperti Piramida di mesir, proporsi tubuh manusia, dan jangan lupa, televisi layar lebar.


Fibonacci Number


Bilangan Fibonacci adalah sebuah deret bilangan, dengan bilangan pertama adalah 0, bilangan kedua adalah 1, dan bilangan berikutnya adalah jumlah dari dua bilangan sebelumnya. Jadi Deret Fibonacci adalah sebagai berikut:
0,1,1,2,3,5,8,13,21,34,55,89,144,233,377,610,987,...


Yang menarik dari bilangan Fibonacci ini adalah, bahwa deretnya mengikuti Golden Ratio, setidaknya mendekati. Coba aja hitung sendiri. Frekuensi dari alam semesta juga mengikuti bilangan ini, sehingga fine tune gelombang otak anda ke 7,9 Hz (mendekati 8) untuk saat ini, yang artinya fase theta-alpha, dan di masa depan pada 13Hz yang berarti pada fase beta, yang artinya kita semua secara sadar akan menggunakan frekuensi alam semesta dan dapat terkoneksi dengan matrix field dengan sangat mudah.
Lalu bentuk2 dari nature juga mengikuti Bilangan ini, karena Fibonacci number juga mengikuti Golden Ratio. Bentuk-bentuk geometri nature yang dimaksud contohnya percabangan batang pohon, pengaturan daun dari ranting, sisik buah nanas, gelombang laut, bunga matahari, dll.


Singularity


Secara matematis, singularitas adalah sebuah titik dimana sebuah objek (dalam hal ini objek matematis) tidak dapat didefinisikan. Singularitas bisa merupakan titik awal, ataupun titik akhir. Contohnya pada fungsi f(x) = 1/x, singularitas adalah terjadi pada x=0. Dalam gambar perspektif 3-D maka singularitas adalah titik hilang. Dalam fisika, singularitas adalah black hole.


Dalam pembahasan kita secara spiritual, maka eksistensi kita merupakan dualitas Individu(soul) sekaligus Singularitas, yang menjelaskan konsep Oneness.




Fractal


Fraktal adalah bentuk geometri dasar. Dengan persamaan matematika tertentu, seperti Mandelbrot Set, maka bentuk2 yang dianggap sebagai random dapat di-generate melalui fraktal ini. Fraktal adalah dasar dari Chaos Theory yang mengatakan bahwa ada keteraturan dari ketidakteraturan.


Dengan gometri dasar berupa fraktal, dan fibonacci number, dan Golden Ratio, maka semua bentuk yang dianggap totally random di alam semesta seperti gulungan ombak, tebing dan karang di lautan, dll, semua bisa dikomputasikan. Yang paling menarik adalah hubungannya dengan Sacred Geometry.


Kenapa Fractal menjadi sangat penting


Sederhananya, fraktal itu adalah struktur geometri yang paling mendasar . Di alam semesta, fraktal ini menjadi pola dasar yang ditemukan di semua matter (dari mulai atom sampai galaksi).


Kenapa pemahaman ttg fraktal menjadi penting? Melalui fraktal kita bisa memahami the pattern of creation (pola hasil penciptaan) dan dinamika kerjanya. Implikasinya adalah satu hari nanti kita bisa menciptakan teknologi yang memungkinkan kita melakukan regenerasi sel2 tubuh (shg umur bisa ratusan tahun) sampai membangun wahana anti-gravitasi.


Nassim Haramein dari the Resonance Project (http://www.theresonanceproject.org) propose bahwa fractal alam semesta ini berupa Tetrahedron (bentuk 3 dimensi segitiga sama sisi, contohnya piramida). Uniknya gambar Tetrahedron ini juga banyak ditemukan di peninggalan sumerian, mesir kuno, suku maya, dan inca.


Dua Tetrahedron yang dipasangkan satu sama lain membentuk bintang (Star of David, spt bendera Israel) merupakan the smallest possible structure of all things. Lantas what is the biggest possible structure of all things? Ia adalah sphere (bola), spt bumi, matahari, planet, bintang, dll.


Bayangkan jika Anda punya bola yang elastis, Anda bisa memompanya sampai tak terhingga (infinity) dan mengempiskannya sampai tak terhingga pula. Dalam ukuran apapun (finite) bola ini selalu memiliki struktur Tetrahedron. Sampai ukuran sekecil apapun.


Dengan mengerti ini kita menyadari bahwa alam semesta bersifat tak terhingga (infinity) dan juga terbatas (finite). Infinity dan finite ini saling melengkapi membentuk keharmonisan atau equilibrium. Mulai dari level sekecil sub-atom, atom, sel, planet sampai bintang.


Infinity & Singularity


Ada dua tipe infinity: infinitely big dan infinitely small. Infinitely big bisa dengan mudah kita amati dengan melihat planet, bintang, tata surya, galaksi, cluster galaksi, universe, multiverse, dll. Kita bisa amati mereka melalui indera kita.


Sementara infinitely small bisa kita bayangkan dengan membelah atom sampai tak terhingga. Sekecil apapun atom kita belah selalu akan ada yang lebih kecil sampai infinity. "Ujung" dari Infinity ini adalah Singularity yg merupakan kekuatan inti dari massa atom itu sendiri. Singularity inilah yang merekatkan segala sesuatu tetap jadi utuh sehingga si atom tidak collapse.


Tubuh manusia terdiri dari miliaran atom. Maka benar adanya apabila kita mengatakan bahwa "we are infinite being with infinite nature within us".


Selama ini sering kita membayangkan infinity dengan sesuatu yang besar sehingga dibatasi oleh pikiran dan kita merasa kecil. Padahal infinity ini juga bisa ditemukan di level atom di tubuh kita.


Oleh karena itu para spiritual master (Jesus, Muhammad, Budha, dll) menganjurkan kita untuk melihat ke dalam diri kita sendiri untuk menemukan our infinite nature melalui meditasi, sholat, doa, dll. Dengan melihat kedalam kita juga terhubung ke Singularity (Ketuhanan yang kita miliki) sehingga kita menemukan jati diri yang utuh (The True Self).


Dengan menyadari bahwa setiap atom dan sel dalam tubuh manusia memiliki infinite nature, maka sesungguhnya manusia pun memiliki infinite potential untuk berkembang dan infinite connection with everything else around us: orang, binatang, tumbuhan, meja, mobil, dll krn mereka semuanya tersusun dari atom yg sama strukturnya.




Gravity is the small forces and much lower than electromagnetic force.
Hanya pemahaman dan istilah kita, dibumi, tentang kata "gravity" itu
berbeda dengan mahluk yang mempunyai kecerdasan diatas kita


And once we understand the "physic" of it, we will go to the next
level, e.g. life
Many times we speak of life as "energy" and as "force," but it is
really neither.
Force-energy is variously gravity responsive; life is not. Oleh karena
itu, kalau berbicara tentang life dan spiritual life, jika kita
menggunkan kata "energy" atau "force" akan hilang meaningnya karena
pada tingkatan life, is much more than "energy" dan "force"


In relation to fractal, pattern is also nonresponsive to gravity,
being a configuration of energies that have already fulfilled all
gravity-responsive obligations.


Life, as such, constitutes the animation of some pattern-configured or
otherwise segregated system of energy -- material, mind, spiritual.


Dengan demikian ada beberapa tingkatan energi dan dicoba untuk
dijelaskan sekalipun sangat sulit untuk menyederhanakannya. Semoga
tidak bingung, tapi yang jadi patokan adalah ada segregated system of
energy -material-mind- and spiritual. Dasar penjelasan ini merupakan
hasil renungan dan hasil "tinkering" setelah membaca the Great Book of
Urantia dan beberapa informasi dari "luar" baik secara langsung dan tidak langsung, terhadap Superuniverse, Paralel Universe, Singularity, Tetrahedron,
Tetragrammaton, dan consciousness, termasuk riset para ilmuwan tentang
pendekatan science thd GOD.




Energi tidak bisa diciptakan
dan tidak bisa dihancurkan (oleh manusia) dan hanya berubah wujud.
Einstein mengatakan E=MC2
Lupakan sejenak C2-nya, berarti E(nergi) = Matter.
So, kapan jadi energi kapan jadi matter?


1. Setelah big-bang, ledakan supernova , energi menyebar dalam bentuk
ENERGI GELOMBANG (ini penting dipahami karena menyangkut Law no. 2
yaitu Vibration) yang merambat ke segenap penjuru dengan berbagai
vibrasi.
2. Foton cahaya, makin jauh dari pusat terbentuknya, dan karena makin
dingin, akan menjadi ultimaton, yaitu unit partikel terkecil.
3. Ultimaton itu kemudian saling menarik sesamanya. Setiap 100
ultimaton akan membentuk sebuah elektron.
4. Jika jumlah ultimaton kurang atau lebih dari 100, maka bisa
terbentuk 10 jenis elektron yang tidak normal. 5. Ultimaton itu
berputar dalam elektron.
6. Elektron dan proton membentuk atom. Elektron berputar sangat cepat
dalam orbitnya. Atom kemudian bergabung menjadi molekul dan zat-zat
yang kita kenal.....matter.


Apa kaitannya energi dan matter? Energi juga dapat dihasilkan dari
materi. Energi nuklir, fusi dan fisi atom adalah sumber energi
terutama di bintang-bintang dan Matahari. Di dalam Matahari, materi
dimusnahkan menjadi energi.


Kesimpulannya, energi dan materi berasal dari asal yang sama,
recycle, dan dapat diubah-ubah dari satu bentuk ke bentuk lain.
Masing-masing juga dapat dibagi lagi menjadi banyak fase dan bentuk.
Karena adanya hukum transmutasi energi


Hukum Transmutasi energi ini sangat penting…why?
1. Setiap perubahan bentuk energi adalah salah satu hal yang ajaib,
merupakan salah satu WUJUD "infinities of divinity" atau
"ketidak-terbatasan ilahi".
2. Ketika diri kita berubah WUJUD-nya dari anak kecil menjadi dewasa,
kita menganggapnya biasa2 saja. Padahal ini adalah salah satu wujud
dari "ketidak-terbatasan ilahi" yang terjadi dari diri kita. In a way
kita, manusia, adalah WUJUD dari "ketidakterbatasan ilahi'


Oleh karena itu pemahaman akan Hukum Energi menjadi sangat
penting sebelum kita mampu meningkatkan kemampuan kita untuk melakukan
berbagai hal "ajaib", sesuai Hukum transmutasi energi, untuk merubah wujud apa
saja termasuk wujud berpikir atau mind kita.


Sesuai Hukum energi, saat ini kita manusia tidak/belum bisa
menciptakanh energi, kita hanya mampu mengubah energi dari satu
bentuk ke bentuk yang lain. Oleh karena itu ada baiknya kita
konsentarasi saja dulu ke wujud atau evolusi dari energi tanpa
terlebih dulu mempersoalkan bagaimana/siapa menciptanya (sekalipun
diskusi ttg "siapa" ini menjadi sangat penting karena goalnya akan
kesini). Urutan evolusi energi sbb:
1. Evolusi energi dimulai dari POTENSI RUANG atau space of
possibility. Masih ingat workshop terakir bahwa ada Matter, Mind dan
NonLokal intelligence yang merupakan kesadaran murni?
2. Potensi ruang itu diubah menjadi PRIMORDIAL FORCE atau disebut juga
energi murni atau Segregata.
3. Segregata diubah menjadi EMERGENT ENERGY atau Ultimata.
4. Ultimata ini adalah energi yang tunduk pada gravitasi di luar
system universe kita tetapi tidak tunduk pada hukum gravitasi di
universe kita karena hirarkinya lebih tinggi dari hukum gravitasi
kita.
5. Kemudian Ultimata ini diubah menjadi POWER, yang disebut Gravita..
Gravita ini tunduk pada gravitasi di luar system universe kita dan
gravitasi di system universe kita sekaligus.
6. Gravita ini adalah energi ruang-waktu, yang bisa dibagi lagi
menjadi 30 fase. Energi ini,di Bumi hanya dikenal sebagian saja,
termasuk listrik, magnet, panas, dan sebagainya. Sebagian diantaranya
adalah ENERGI GELOMBANG (berbentuk dan merambat seperti gelombang),
terdiri dari 100 oktaf. Dari 100 oktaf energi gelombang, hanya 64 yang
dikenal di Bumi.
7. tetrahedron dan di Kabalah dikenal sbg double tetrahedron.
8. Nassim adalah salah satu yang mengenali bentuk tetrahedron, yang
sebenarnya sudah diketahui sejak tahun 1959 dan bukan hal baru, dengan
bentuk fractal yang 64 itu. Tetapi teori Nassim banyak celahnya karena
pendekatannya adalah dengan Torque teori utk mengenalkan Grand Unified
Theory (GUT). Sebenarnya masih ada 36 oktaf energi lagi yang belum
ditemukan. Oleh karena itu bentuk geometri dengan model tetrahedron
yang kita kenal sebenarnya baru hanya separuhnya. Sebab itu formulanya
GUT masih belum ada consensus karena tidak ditemukan kata sepakat
diantara para ilmuwan saat ini. Hawkings juga membuat Theory of
Everything dan ada juga scientist Afrika yang membuat theoru GUT yang
dikenal dengan GAGUT.


Sekalipun belum ada kesepakatan, dengan beberapa evidence,
pendekatan GUT harus disisir dari pemahaman fractal dan sacred
geometri yang mendalam untuk sampai ke yang "ultimate".


Konsensus terminologi:
1. "Energi" adalah terminologi akan wujud/jenis energi yang bisa
dikendalikan gravitasi system diluar universe kita". Artinya: Ada
Energi yang TIDAK BISA dikendalikan gravitasi system universe kita"
2. "Power adalah terminologi akan wujud/jenis energi yang bisa
dikendalikan gravitasi di system universe kita.
3.. Didalam "POWER" itu ada lagi tingkatannya. Ia dibagi lagi dalam
30 fase atau wujud, diantaranya adalah energi gelombang yang terbagi
dalam 100 oktaf tadi . Kembali ke bentuk energi gelombang, seluruhnya
ada 10 kelompok energi gelombang yaitu :
1. sinar infraultimatonik
2. sinar ultimatonik
3. sinar ruang pendek (short-space)
4. sinar elektronik
5. sinar gamma
6. sinar X
7. sinar ultraviolet
8. sinar cahaya nampak-putih
9. sinar inframerah
10. gelombang Hertzian - siaran TV, radio, bunyi dan yang lebih rendah


Kalau hal diatas benar, konsekwensinya apa thdp kita?
Kita manusia yang hidup di bumi ini, masih tunduk pada "Power" dan
dikendalikan oleh gravitasi yang hirarkinya masih lebih rendah dari
"ENERGI", "ULTIMATA", "SEGREGATA"' "FORCE", dan "SPACE of
POSSIBILITY". Jadi, secara keilahian hirarki kita masih dibawah. Ada
jalan pintas untuk naik? Ada.


Once kita mencapai level of consciousness yang lebih tinggi, hukum
gravitasi atas "POWER" tidak berlaku lagi pada wujud kita. Bahkan
kalau level kesadaran kita meningkat, hukum gravitasi tidak berlaku
lagi dan kita akan mengalami "Ascension" Kita akan mempunyai wujud
baru dan hanya tunduk pada "ENERGI"...dan kemudian ketika level
kesadaran meningkat lagi, Hukum Alam seperti "POWER" dan "ENERGI"
beserta pernak-perniknya tidak berlaku lagi thd kita yang dibumi. Dan
ketika meningkat lagi, "POWER", "ENERGI", SEGREGATA" tidak mempunyai
kuasa thdp kita lagi, dst. sehingga kita akan menuju pada tingkatan
energi yang lebih tinggi lagi, yaitu energi spiritual. Bagaimana
tingkatan energi spiritual? Ada 3 bentuk energi yang tidak/belum kita
pelajari disini, namun garis besarnya sbb :
1. Energi yang disebut Triata. Energi ini sifatnya eksistensial dan
asalnya tiga (jika energi di Bumi, asalnya dua, yaitu kutub positif
dan negatif).
2. Energi Transendental, yaitu energi yang "dipakai" di golongan
makhluk yang tidak diciptakan, ada dengan sendirinya dengan penciptaan
semesta. Energi ini disebut Tranosta.
3. Energi tertinggi adalah Monota. Energi ini adanya hanya di tempat
yang tingkat keilahiannya lebih tinggi lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar